HarianDetikNews.id – KABUPATEN BOGOR – 6 Agustus 2026. Pusat Literasi dan Edukasi Demokrasi (PRESTASI) Angkatan I Tahun 2026 resmi menuntaskan seluruh rangkaian pembelajaran melalui pertemuan kelima yang menjadi temu pamungkas program yang diselenggarakan KPU Kabupaten Bogor.
Penutupan program tidak sekadar menjadi akhir dari lima rangkaian pembelajaran. Para peserta justru didorong untuk membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti PRESTASI ke tengah masyarakat serta mengambil peran aktif sebagai agen perubahan dalam memperkuat kualitas demokrasi.
Pada pertemuan terakhir, peserta mendapatkan penguatan mengenai aspek teknis kepemiluan, khususnya penghitungan dan rekapitulasi suara pada Pemilu dan Pemilihan.
Tidak berhenti pada pemahaman teori, peserta juga mengikuti simulasi pengisian Formulir C.Hasil, formulir yang digunakan dalam proses penghitungan suara di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Dalam simulasi tersebut, peserta dituntut untuk menerapkan ketelitian dan kecermatan dalam menuangkan hasil penghitungan suara ke dalam formulir. Setelah simulasi, peserta bersama fasilitator melakukan evaluasi dan membahas berbagai potensi persoalan yang dapat muncul dalam proses penghitungan suara di tingkat TPS.
Mitigasi Sengketa Jadi Perhatian
Pembelajaran kemudian dilanjutkan melalui diskusi bersama Anggi Abdul Rahman Harahap, S.H., advokat sekaligus pemerhati perkembangan politik dan demokrasi Indonesia.
Dalam materi bertajuk “Meminimalisasi Potensi Perselisihan Hasil Pemilu dalam Perspektif Good Electoral Governance”, Anggi mengajak peserta memahami penyelenggaraan pemilu tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari perspektif tata kelola pemerintahan dan penyelenggaraan pemilu yang baik.
Menurut Anggi, KPU sebagai penyelenggara pemilu perlu memegang teguh prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipasi publik, dan integritas.
Penyelenggara pemilu juga dituntut aktif mengidentifikasi serta mengkaji berbagai potensi persoalan yang dapat berkembang menjadi sengketa di kemudian hari.
“Setiap potensi persoalan perlu diantisipasi sejak awal melalui proses yang transparan, akuntabel, partisipatif, dan berintegritas. Mitigasi menjadi penting agar setiap tahapan dapat dipertanggungjawabkan dan potensi perselisihan dapat diminimalisasi,” terang Anggi dalam sesi diskusi.
Pemahaman mengenai Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) kemudian diperdalam melalui materi yang disampaikan Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Bogor, Adi Saputro.
Peserta diberikan pemahaman mengenai implementasi teknis hasil mitigasi dalam menghadapi dan menyelesaikan perkara PHPU, dengan mengambil pembelajaran dari penyelesaian perkara PHPU pada Pemilu 2024.
Materi tersebut menegaskan bahwa mitigasi merupakan bagian penting dalam memastikan setiap tahapan pemilu berjalan sesuai ketentuan, sekaligus memiliki basis administrasi dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan apabila di kemudian hari muncul perselisihan.
Peserta Diberikan Review Sebelum Tes Akhir
Sebelum mengakhiri rangkaian pembelajaran, Anggota KPU Provinsi Jawa Barat, Ummi Wahyuni, memberikan review terhadap materi yang telah diterima peserta sejak pertemuan pertama hingga pertemuan keempat.
Review tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali berbagai substansi yang telah dipelajari sekaligus memperkuat kesiapan peserta menghadapi tes akhir.
Suasana temu pamungkas semakin bermakna ketika dua perwakilan peserta, Alya Kinanti dan Muhamad Fadli, menyampaikan kesan dan refleksi selama mengikuti PRESTASI Angkatan I Tahun 2026.
Keduanya menilai program PRESTASI memberikan pengetahuan, pengalaman, serta perspektif baru mengenai demokrasi dan kepemiluan.
Pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi. Peserta didorong mampu mengambil peran nyata sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kualitas pemilu dan demokrasi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Bogor.
Tiga Peserta Raih Predikat Terbaik
Sebagai bentuk apresiasi, KPU Kabupaten Bogor memberikan penghargaan kepada peserta yang dinilai memiliki capaian terbaik selama mengikuti seluruh rangkaian PRESTASI Angkatan I Tahun 2026.
Muhamad Aliyudin ditetapkan sebagai Peserta Terbaik I, disusul Risman Ibnu Rahmadi sebagai Peserta Terbaik II, dan Alya Kinanti sebagai Peserta Terbaik III.
Ketiganya menerima piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi, prestasi, dan kontribusi selama mengikuti program.
Rangkaian PRESTASI Angkatan I Tahun 2026 kemudian secara resmi ditutup oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jawa Barat, Hedi Ardia.
Dalam pesan penutupnya, Hedi mendorong para peserta yang mayoritas merupakan pemilih muda untuk tidak bersikap pasif terhadap perkembangan demokrasi.
Pemilih muda diharapkan mampu mengambil peran aktif dan positif dalam menjaga sekaligus memajukan demokrasi bangsa.
Penutupan PRESTASI Angkatan I Tahun 2026 pun menjadi akhir dari lima pertemuan pembelajaran sekaligus awal bagi para peserta untuk mengimplementasikan pengetahuan yang telah diperoleh.
Dari ruang pembelajaran, peserta diharapkan tumbuh menjadi pemilih yang cerdas, kritis, berintegritas, dan partisipatif, serta menjadi bagian dari generasi yang turut mengawal terwujudnya pemilu yang semakin berkualitas dan demokrasi yang semakin matang di Kabupaten Bogor./Anggi












